Karena penggemar sepak bola membuat olahraga ini menjadi bisnis yang amat menjanjikan. Klub-klub besar tidak segan memberikan gaji selangit untuk pemain yang dapat memberikan prestasi gemilang untuk klub. Klub-klub hal yang demikian malahan berani jor-joran membuat akademi sepak bola terbaik untuk menerima benih-benih pemain yang nantinya menjadi idola bagi para penggemar.

Setelah laga, salah seorang Liverpudlian menciptakan sebuah lagu khusu yang dialamatkan untuk Mohamed Salah. hal yang demikian terinspirasi dari lagu berjudul Sit Down milik penyanyi Inggris, James yang hanya diubah liriknya saja.

Liverpudlian yang mana sebutan dari golongan sporter fanatik klub sepak bola Liverpool kembali membuat kejutan. Nyanyian ini mereka bakal meniru agama dari salah seorang pemain bernama Mohamed Salah.

Sepakbola menjadi olahraga yang paling diminati masyarakat dunia. Bukan saja diminati dari satu kalangan masyarakat, melainkan hampir seluruh kalangan menyenangi lomba si kulit bundar ini. Laki-laki, perempuan, buah hati-si kecil, pedagang asongan, hingga presiden menyenangi sepak bola. http://indobola247.com/ Tercatat penggemar sepak bola sekitar 3,5 miliar orang atau hampir separuh jumlah penduduk dunia menyukainya[1]. Kecuali sebab lapangan laga yang luas, yang memungkinkan jumlah penonton yang banyak, tetapi juga makna filosofis sepak bola yang dapat diterima banyak orang.

Salah, pemain Mesir yang pindah ke Fiorentina dari klub Inggris Chelsea, sudah menjadi bintang besar di Liga Italia setelah mencetak 9 gol dalam 12 laga terakhir sejak Februari hingga April 2015, Worldbulletin melaporkan.

Tribes tenar dengan kata mualaf? Ya, mualaf adalah sebutan bagi orang-orang yang non-muslim yang bermigrasi keyakinan untuk masuk agama Islam. Diberitakan dari Wikipedia, ada tiga alasan utama kenapa seseorang menjadi mualaf. Yang pertama ialah karena pernikahan, yang kedua yaitu karena belajar di lingkungan yang akademis, serta yang ketiga yaitu sebab menerima hidayah segera seperti mimpi atau sebagainya.

Pemain yang kerap sujud syukur sesudah mewujudkan gol ini juga banyak disambut oleh kelompok sosial Muslim. Salah berupaya memperlihatkan citra Islam yang sesungguhnya dan jauh dari citra ‘teroris’ yang kerap dikenalkan oleh media.

Nyanyian ini sendiri informasinya diciptakan setelah Kopites mengenal tradisi Salah untuk pergi ke mesjid pasca-pertandingan. Hal ini mendapat apresiasi dari Football Against Racism in Europe (FARE), sebuah badan non-keuntungan yang bertujuan untuk membasmi diskriminasi di sepak bola.

Nah, di Kota Liverpool sana, sepertinya penyebab utama orang menjadi mualaf merupakan kehadiran seorang pesepak bola asal Mesir. Ya, benar, kehadiran penyerang sayap lincah bernama Mohamed Salah sepertinya sanggup membuat banyak orang di Liverpool, lebih-lebih pendukung The Reds, masuk Islam!

Uniknya dari salah satu bait dari lagu hal yang demikian seandainya para fans akan berbondong-bondong masuk agama Islam jika Mohamed Salah terus mencetak gol hingga akhir musim.

Nama Salah Salah tengah menjadi buah bibir yang tapil gemilang di musim ini dengan menjadi mesin gol untuk Liverpool.

Striker Tim sepak bola Italia Fiorentina Mohamed dilaporkan telah banyak memberikan bantuan bagi Muslim Italia. Salah pernah memberi bantuan senilai 70 ribu Euro bagi umat Muslim Florence di wilayah Tuscany. Salah menawarkan bantuan untuk membenarkan mesjid di provinsi Barat Italia ini.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *